Pengikut
Puisi Januari ( Aku tersenyum saja tak apa )
Aku tersenyum saja tak apa
Sudah lama sejaksemburat palsumu menusukku,
menerpaku dengan senyum terelak.
Nyatanya kau dengan gemilang mengakak,
dan sisakan asap abu dalam aku
Belenggu aku dengan larikan waktuku.
Belantara hutan mahabba kekangkan rona romanku.
Bebaskanku ke ruang tanpa alur meragu.
Yakinkanku tuk abdi terdiam dalam peraduan itu.
Semburat itu hadapkanku pada kejora - kejora jingga,
menyandang maksud tanpa makna benar adanya.
Aku dengan kejoraku karena semburat itu,
bawaku menantang carut-marut pudar cakranya.
Mungkin dalam pikirku nyata tegak,
tentu dalam pikkirmu tiada berpijak
Angan - angan palsuku melonjak dengan khayal terbelalak,
sedangkan tiada aku dalam ruang berpendar itu kelak.
Yang ada mungkin momok sial yang melambai cekak.
Aku tersenyum saja tak apa.
Balasku meski sulit menyapa.
menyapu bersih ujungku, menebas tengahku.
Aku tersenyum saja tak apa.
Relakan rantai anggun itu mencekikku, menyeretku tak sadar.
Aku tersenyum saja tak apa.
Lidahku kelu mengucap, terpaksa hati ini jua yang berbuat,
melontar isyarat terimakasih sudah..
sudah bawa aku dalam jengkal manismu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Madu Durai muram menanti rambumu sepakati kau lagukan buru sendu sesapi poriku dengan senyum gamang meramu Aduhai.. goncang, getar, me...
-
Antara Dua Belati Bayangan Itu lagi menerpa derai semburat mimpi anai, datang membayang merelung, merengkuh dengan hangat merapat Jua s...
-
Kacau Melamun pagi hari.. berlumur secangkir teh kopi.. Tapi tak ada... kosong.. tak bertepi.. Api menyala pada ubun.. Sulit tuk pad...
-
Hempas Seru serdadu batu mengusikku, kalang kabut ku menghindar tetap saja mereka menusukku, hempaskanku hingga terpencar Lamunanku k...
0 komentar:
Posting Komentar